Pada tanggal 9 November 2024, civitas akademika dan masyarakat sekitar IAIN Takengon berkumpul untuk mengikuti Webinar Series 3 yang sangat dinanti dengan tema “Kodrat, Nilai, dan Keberagaman: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Sehat”. Webinar ini diadakan secara daring dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum.
Pemateri Webinar: Dr. Addahri Hafidz Awlawi, M.Pd., Kons

Webinar ini dipandu oleh Bapak Dr. Addahri Hafidz Awlawi, M.Pd., Kons, seorang dosen konselor di IAIN Takengon yang telah berpengalaman dalam bidang psikologi pendidikan. Beliau berbicara dengan penuh antusias tentang pentingnya memahami kodrat, nilai, dan keberagaman dalam kehidupan kampus. Dengan pendekatan yang penuh wawasan dan refleksi, Bapak Addahri mengajak peserta untuk melihat peran mahasiswa tidak hanya sebagai individu yang mengejar pendidikan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat mewujudkan kampus yang sehat, harmonis, dan inklusif.
Mengupas Tuntas Kodrat, Nilai, dan Keberagaman
Dalam pemaparannya, Bapak Addahri mengungkapkan bahwa kodrat manusia sebagai makhluk sosial harus menjadi dasar untuk menciptakan hubungan yang saling menghargai di lingkungan kampus. Nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghormati antar sesama, terutama dalam keberagaman, menjadi hal yang fundamental dalam menciptakan suasana kampus yang sehat.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai toleransi, saling pengertian, dan menghormati perbedaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan produktif. “Keberagaman bukanlah sesuatu yang memisahkan kita, tetapi justru bisa menjadi kekuatan untuk membangun kampus yang lebih baik,” jelas Bapak Addahri dengan penuh semangat.
Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Sehat
Bapak Addahri juga memaparkan bagaimana mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan kampus sehat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya terlibat dalam kegiatan akademik, tetapi juga harus aktif dalam membangun dan menjaga nilai-nilai positif di lingkungan kampus. Peran mahasiswa sebagai penggerak utama dalam menciptakan suasana kampus yang inklusif, tidak diskriminatif, dan penuh dengan semangat kebersamaan menjadi sangat penting.
Beberapa langkah yang disarankan oleh beliau untuk mewujudkan kampus sehat antara lain adalah:
- Meningkatkan Empati dan Solidaritas: Dengan memahami perbedaan, mahasiswa dapat membangun empati dan solidaritas di antara sesama, menciptakan ruang bagi setiap individu untuk merasa dihargai.
- Aktif dalam Diskusi dan Kolaborasi: Menyuarakan pendapat dan berkolaborasi dengan sesama mahasiswa dalam berbagai forum untuk menciptakan kebijakan yang mendukung keberagaman dan kesehatan mental di kampus.
- Menjaga Kesehatan Mental: Kampus sehat juga mencakup kesehatan mental. Mahasiswa harus memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial.
Partisipasi Peserta

Webinar ini berhasil menarik perhatian kurang lebih dari 150 peserta yang berasal dari civitas akademika IAIN Takengon dan masyarakat umum. Keantusiasan peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi tanya jawab. Banyak peserta yang mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk mengikuti webinar ini karena banyak memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya nilai keberagaman dan bagaimana mahasiswa dapat berperan dalam menciptakan kampus yang sehat.
Kesimpulan
Webinar Series 3 dengan tema “Kodrat, Nilai, dan Keberagaman: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Sehat” ini memberikan perspektif yang mendalam mengenai bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan kampus, baik dari sisi fisik maupun mental. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kodrat manusia, nilai-nilai kemanusiaan, dan pentingnya keberagaman, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kampus dan masyarakat sekitarnya.
Semoga webinar ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap keberagaman dan kesehatan kampus, serta menjadikan kampus kita sebagai tempat yang lebih inklusif, sehat, dan harmonis.