Gorontalo, 17 Juni 2024 – Unit Pelaksana Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerima kunjungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam rangka monitoring dan evaluasi program Kampus Sehat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau implementasi program kesehatan di lingkungan kampus serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan layanan kesehatan bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.

Tim dari Kemenkes RI disambut oleh jajaran pimpinan UNG, tenaga pendidik, serta staf UPA BK. Dalam kesempatan ini, Kepala UPA BK UNG memaparkan berbagai program kesehatan yang telah dijalankan, termasuk upaya pencegahan penyakit, promosi gaya hidup sehat, serta layanan kesehatan mental bagi mahasiswa.
Perwakilan dari Kemenkes RI menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNG dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan mendukung kesejahteraan civitas akademika. “Kami melihat banyak upaya positif yang telah dilakukan oleh UNG, terutama dalam hal layanan konseling dan kesehatan mental bagi mahasiswa. Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mendukung program Kampus Sehat secara nasional,” ujar salah satu anggota tim monitoring.
Selain sesi diskusi dan pemaparan program, kunjungan ini juga mencakup inspeksi langsung terhadap fasilitas kesehatan yang tersedia di kampus, termasuk ruang konseling, klinik kesehatan, serta sarana pendukung lainnya. Tim evaluasi memberikan masukan terkait peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan dan pentingnya kolaborasi antara universitas dengan instansi kesehatan setempat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara UNG dan Kemenkes RI dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih sehat dan nyaman bagi mahasiswa. Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, UNG berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di kampus guna mendukung kesejahteraan mahasiswa dan tenaga pendidik.
Dengan adanya kunjungan ini, UNG semakin termotivasi untuk mengembangkan program Kampus Sehat yang lebih holistik dan berkelanjutan. Semoga inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi kampus-kampus lain dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan kondusif bagi seluruh civitas akademika.