Pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 2025, Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan workshop yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan dan empati di kalangan mahasiswa. Bertempat di TC DAMHIL UNG, workshop ini mengangkat tema “Membangun Kemampuan Mendengarkan dan Empati untuk Membantu Memecahkan Permasalahan Teman Sebaya.”

Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengasah kemampuan menjadi konselor sebaya dan mentor teman sebaya yang mampu mendengarkan secara aktif serta menunjukkan empati terhadap permasalahan yang dihadapi oleh teman-teman mereka. Dalam era sosial yang serba cepat dan penuh tantangan, penting bagi mahasiswa untuk memiliki keterampilan dalam menghadapi masalah pribadi atau akademik yang sering kali mempengaruhi kesejahteraan mental dan emosional.
Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam membantu teman sebaya mereka menyelesaikan berbagai permasalahan melalui komunikasi yang lebih efektif, mendengarkan tanpa menghakimi, serta memberi dukungan yang positif.
Peserta dan Partisipasi
Workshop ini diikuti oleh 60 mahasiswa dari 12 fakultas di UNG, yang terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Keikutsertaan peserta dari berbagai fakultas ini menunjukkan pentingnya keterampilan mendengarkan dan empati sebagai bagian dari pengembangan diri yang dapat diterapkan di berbagai aspek kehidupan, baik di kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dekan dari masing-masing fakultas yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan soft skills mahasiswa, yang diharapkan dapat berkontribusi positif bagi lingkungan akademik dan sosial di kampus.
Materi dan Kegiatan Workshop
Dalam dua hari pelaksanaannya, workshop ini dipandu oleh para ahli di bidang konseling dan pengembangan diri. Berbagai sesi interaktif dan pelatihan langsung diberikan kepada para peserta, mulai dari teknik mendengarkan aktif, cara membangun empati, hingga strategi dalam membantu teman sebaya menghadapi permasalahan.

Beberapa topik yang dibahas dalam workshop ini antara lain:
- Mendengarkan secara Aktif – Mengajarkan peserta untuk mendengarkan tanpa interupsi, memahami perasaan teman, dan merespons dengan cara yang mendukung.
- Empati dalam Konseling Sebaya – Peserta diajarkan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain tanpa menghakimi, serta bagaimana menunjukkan kepedulian yang mendalam kepada teman yang membutuhkan.
- Teknik Penyelesaian Masalah untuk Teman Sebaya – Peserta diberikan keterampilan untuk membantu teman-teman mereka mencari solusi atas masalah yang dihadapi, dengan tetap menjaga hubungan yang sehat dan konstruktif.
- Etika dan Batasan dalam Konseling Teman Sebaya – Memahami batasan dalam memberikan dukungan kepada teman-teman dan mengenali kapan saatnya untuk merujuk masalah kepada pihak yang lebih profesional.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan berlangsungnya workshop ini, UPA BK UNG berharap para mahasiswa yang terlibat dapat membawa pulang keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi konselor sebaya yang lebih baik, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang saling mendukung dan peduli terhadap kesejahteraan mental satu sama lain.
Melalui pengembangan kemampuan mendengarkan dan empati, para mahasiswa akan mampu menjalin hubungan yang lebih sehat, mengurangi stigma terhadap masalah kesehatan mental, serta memperkuat solidaritas antar teman sebaya di lingkungan kampus.